Obat Herbal Tradisional

Pengobatan tradisional berbasis pada tanaman herbal

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Tanaman Alang Alang

ALANG-ALANG ( Imperata cylindrical (L) Beauv var mayor (Nees) C.E,Hubb)

Alang alang

Alang alang


Khasiat :
Meluruhkan air seni, pereda rasa nyeri dan menurunkan tekanan darah tinggi

Pelembut kulit, pembersih darah, penambah nafsu makan dan menghentikan darah

Bagian yang digunakan:
Akar atau rimpang

Cara pengobatan :
20 – 30 gr rimpang kering direbus dengan 4 gelas air sehingga tersisa 1,5 gelas. Setelah dingin disaring, diminum 3 kali sehari masing masing setengah gelas

Herbal Adas

Tanaman Adas

Tanaman Adas


ADAS ( Foeniculum Vulgare Mill )

Khasiat :
Menghilangkan dingin, pereda rasa nyeri sendi, menurunkan kadar asam urat tinggi, menahan mulas, pelega perut, penambah rasa alami, mengatasi batuk dan sariawan.

Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, diare sakit kuning, kurang nafsu makan, batuk, asma, nyeri haid, haid tidak teratur, rematik, insomnia, batu empedu, pembekakan saluran sperma, kerancunan tumbuhan obat atau jamur, sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka

Bagian yang digunakan untuk obat :
Buah yang sudah masak dan daun

Cara pengobatan :
3-9 gram buah adas kering di rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Atau digiling halus, diseduh dengan secangkir air panas lalu diminum hangat hangat 1-2 kali sehari

Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum. Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu dioles


Sediaan Herbal

MACAM SEDIAAN HERBAL
1.INFUSA (Infus )

Infus adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstrasi simplisia nabati dengan air pada suhu 900 C selama 15 menit. Pembuatan infus adalah cara yang paling sederhana untuk membuat sediaan herbal dari bahan yang lunak seperti daun dan bunga, dapat diminum panas atau dingin, khasiat sediaan herbal umumnya karena kandungan minyak atsiri akan hilang apabila tidak menggunakan penutup pada pembuatan Infus.

2.DEKOKTA ( Dekok )

Dekok adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstrasi sediaan herbal dengan air pada suhu 900 C selama 30 menit.

3.TEA (Teh )

Pembuatan sediaan teh untuk tujuan pengobatan banyak dilakukan berdasarkan pengalaman seperti pada pembuatan infus yang dilakukan pada teh hitam sebagai minuman

4.GARGARISMA DAN KOLUTORIUM ( Obat kumur dan obat cuci mulut )

Obat kumur dan obat cuci mulut umumnya mengandung bahan tanaman yang berkhasiat sebagai astringen yang dapat mengencangkan atau melapisi selaput lendir mulut dan tenggorokan dan tidak dimaksudkan agar menjadi pelindung selaput lendir. Obat kumur dan obat cuci mulut dibuat dari sediaan infus, dekok atau tingtur yang diencerkan

Penyimpanan :
Dalam wadah berupa botol berwarna susu atau wadah lain yang sesuai.
Pada etiket harus juga tertera :
Petunjuk pengenceran sebelum digunakan
Hanya untuk kumur, tidak boleh ditelan

5.SIRUPI ( Sirup )

Sirup adalah sediaan berupa larutan dari atau yang mengandung sakarosa, kecuali dinyatakan lain. Kadar sakarosa tidak kurang dari 64,0 %

6.TINCTURA ( Tingtur )
Tingtur adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara maserasi atau perkolasi simplisia dalam pelarut yang tertera pada masing masing monografi. Kecuali dinyatakan lain, tingtur dibuat menggunakan 20% zat khasiat dan 10% untuk zat khasiat keras

7.EXTRACTA ( Ekstrak )

Ekstrak adalah sediaan kering, kental atau cair dengan penyari simplisia menurut cara yang cocok, diluar pengaruh cahaya matahari langsung. Ekstrak kering harus mudah digerus menjadi serbuk.

Sumber :
Acuan Sedian Herbal, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, tahun 2006